Jumat, 06 September 2013

Terkait Demokrasi, Mesir Belajar dari RI


Selasa, 03 September 2013 05:03 wib
Aulia Akbar - Okezone
Foto: AFPFoto: AFP
JAKARTA - Duta Besar Mesir untuk Indonesia Bahaa Dessouki mengatakan, dalam mempelajari demokrasi, Mesir memilih Indonesia sebagai mitranya. Kemitraan itu juga dinilai menjadi suatu hal yang sangat menguntungkan.
 
Pernyataan itu disampaikan oleh Dessouki ketika menerima Okezone di kantor Kedubes Mesir, Jakarta, Jumat (21/6/2013) lalu. Berikut kutipan perbincangan Okezone dan Desouki.
 
Bagaimana dengan proses transisi demokrasi di Mesir?
 
Kami mengadakan dialog dengan saudara-saudara dan kolega kami di sini (Indonesia). Indonesia bisa membagi pengalamannya (dalam demokrasi ke Mesir). Kalian tahu, ada Institute of Peace and Democracy.
 
Apa yang bisa didapat Mesir dari Institute of Peace and Democracy?

 
Kami mengikuti lima workshop dengan mereka, dari workshop itu, Mesir bisa mengambil keuntungan dari pengalaman Indonesia. 
 
Hal itu sekaligus menjadi suatu pelajaran yang sukses. Kami bisa belajar bagaimana cara menghadapi proses transisi politik, seperti yang saat ini dialami Mesir.
 
Lalu bagaimana Anda menilai hubungan bilateral Indonesia dan Mesir secara menyeluruh?

 
Hubungan bilateral ini selalu baik, seperti Anda ketahui, Mesir merupakan negara pertama yang mengakui Indonesia. Mesir dan Indonesia sama-sama dijajah oleh Barat, kami dijajah Prancis dan Inggris, dan Indonesia dijajah oleh Belanda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar